Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Agar Postur Anak Tidak Bungkuk

By : Unknown
Add caption
 بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Beberapa anak punya postur tubuh membungkuk dengan berbagai alasan. Namun jika kondisi ini dibiarkan terus menerus akan membuat postur tubuhnya bermasalah suatu saat nanti. Karena itu bantulah anak memperbaiki postur tubuhnya.

Postur tubuh anak yang membungkuk biasanya disebabkan karena anak lebih sering duduk dengan posisi malas atau merasa malu dengan adanya perubahan di dalam tubuhnya.

Kondisi ini tentu saja tidak bisa dikesampingkan, karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu orangtua harus memeriksa lingkungan sekitar anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan fasilitas yang mendukung untuk menciptakan postur tubuh yang tepat.

Seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (27/7/2010) ada beberapa hal yang bisa diperhatikan oleh orangtua untuk membantu memperbaikin postur tubuh anaknya, yaitu:

Periksa postur skoliosis anak
Skoliosis adalah salah satu kondisi medis yang serius. Postur tubuh yang baik adalah jika didukung oleh tiga kurva tulang belakang yang normal. Namun jika orangtua menemukan anaknya memiliki satu sisi bahu yang lebih tinggi atau melihat pakaian anak tidak tampak rata, maka ada kemungkinan terjadi gangguan dengan tulangnya.

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang terjadi dari sisi ke sisi dan berbeda dengan kelengkungan normal, serta berlangsung dari depan ke belakang. Kondisi ini bisa diperbaiki tanpa melalui operasi jika kelengkungannya masih dalam derajat yang kecil.

Periksa berapa beban yang diterima anak saat menggunakan tas punggung
Menggunakan tas ransel yang berat bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa tulang belakang. Pierre dHemecourt, seorang dokter olahraga anak dari Boston Children's Hospital menuturkan anak yang secara teratur membawa beban berat akan cenderung membuat badannya membungkuk.

Hal ini akan mempengaruhi tulang belakang bagian atas dan juga memiringkan kepala. Selain itu juga bisa menyebabkan patah tulang karena stres serta kelengkungan tulang belakang yang tidak normal.

Periksa meja yang digunakan oleh anak
Sebuah kursi harus memiliki tinggi yang tepat sehingga anak bisa duduk dengan tegak, lutut membentuk sudut 90 derajat dan kaki mendatar di lantai. Meja yang digunakan juga harus pas sehingga anak tidak perlu membungkuk saat membaca.

Ajaklah anak untuk membicarakan perubahan tubuhnya
Anak perempuan biasanya lebih sering menyembunyikan perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya, hal ini bisa berakibat jangka panjang seperti timbul sakit pada leher.

Pastikan anak untuk bergerak atau mendapatkan aktivitas fisik
Olahraga seperti berenang bisa menyediakan semua latihan tubuh bagian atas yang dapat membantu mengembangkan otot tanpa merusak sendi. Selain itu menari juga bisa memberikan keselarasan tubuh dan postur yang baik.

Cobalah untuk melakukan beberapa latihan di rumah
Ada beberapa latihan yang bisa dilakukan, misalnya dengan melihat berapa lama anak bisa berjalan dengan postur yang baik ketika berusaha menyeimbangkan buku di atas kepalanya.

Kepala anak diharuskan untuk agak terangkat, bahu ke belakang dan perut dalam posisi yang benar. Selain itu ingatkan anak untuk duduk dengan posisi yang benar jika sudah terlihat anak membungkuk
Tag : ,

Cacing Masuk Di Otak Akibat Makan Daging Babi

By : Unknown
Para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, ham burger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi, dan ketika dipasarkan di negara muslim diganti dengan daging sapi -pent).
Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Dan para dokter di rumah sakit "May Clinics" di negara bagian "Arizona" telah melakukan pembedahan terhadapnya di rumah sakit tersebut setelah mereka berhasil mendeteksi "adanya rasa sakit" di bagian otak karena adanya cacing yang tumbuh di dalamnya. Dan akhirnya para dokter memberita hukan bahwa mereka harus melakukan operasi secepatnya untuk bisa mengobati sang perempuan tersebut.

Para dokter menegaskan bahwa makanan daging babi yang terkenal itu telah dikonsumsi oleh sang perempuan AS di Meksiko, dan mengandung cacing yang dikenal dengan nama "taenia solium" yaitu cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia dari jalan makanan yang tidak sempurna ketika dimasak.
Josef Seirphin, salah seorang dokter perempuan di rumah sakit tersebut menjelaskan bahwa telur cacing menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak.
Down Piesira mengatakan, "Sesungguhnya pendapat yang mengatakan adanya cacing di dalam otak terasa sangat asing ....sangat mengagetkan sekali ketika aku menemukan mereka merasakan sakit di bagian otaknya, dan keluarlah cacing dari otaknya. Kejadian ini adalah kejadian besar yang menyakitkan."

Akhirnya, sang perempuan menerima untuk dioperasi --kejadian ini terjadi pada sepekan yang lalu (laporan ini ditulis pada tanggal 14 April 2001 -pent)-- dalam waktu 6 jam berturut-turut untuk mengeluarkan cacing yang ada di dalam otak kepalanya. Dan para dokter melakukan pembiusan lokal, dimana sang perempuan harus dalam keadaan sadar dan bisa berfikir ketika dioperasi, sebab hal itu dilakukan di organ yang sangat vital, yaitu otak; dan harus diajak bicara selama operasi sehingga operasi itu tidak membawa efek samping sedikitpun terhadap otak perempuan itu. Pada akhirnya, para dokter menemukan satu ekor cacing yang sudah rusak dan mengeluarkannya tanpa ada satu dampak negatif pun.

Josef Seirphin, dokter perempuan yang mengetuai pengobatannya, mengatakan, "Ini adalah kejadian yang sangat beruntung, sebab kami belum pernah menemukan di otaknya selain satu cacing saja." Josef Seirphin pun bergegas mengobatinya. Dan para rekan dokter lainnya menegaskan bahwa mereka butuh waktu untuk memonitor kesehatannya untuk mengembalikan kesehatannya selama 6 bulan. Dan hal itu sampai kini masih menyebabkan sang perempuan mengalami gejala aneh dan kesulitan lainnya.

Penyakit-penyakit Yang Disebabkan Daging Babi

Para dokter menegaskan bahwa penyakit-penyakit "cacing pita" merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar 1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
Ketika seseorang mengkonsumsi daging babi, maka larva yang ada di dalamnya akan menjadi cacing dalam perut manusia. Cacing ini akan menyebabkan seseorang merasa lemah, letih. Dan kekurangan vitamin B-12 yang menyebabkan terjadinya kekurangan darah, terkadang bisa menyebabkan munculnya penyakit pada syaraf otak, semisal dis-fungsi syaraf pusat.
Larva-larva pada sebagian keadaan bisa mencapai otak dan menyebabkan terjadinya "sawan" atau naiknya tekanan dalam syaraf, pusing yang sangat, atau bahkan bisa menyebabkan lumpuh. Dan mengkonsumsi daging babi yang tidak sempurna dimasak juga menyebabkan adanya cacing rambut. Ketika cacing ini sampai di usus 12 jari, maka akan keluar larva yang sangat banyak setelah 4 atau 5 hari dan kemudian masuk ke dalam dinding lambung. Kemudian ia masuk ke dalam darah, kemudian masuk ke sebagian besar jaringan organ tubuh. Larva kemudian berjalan persendian dan menjadi besar, maka orang tersebut akan menderita sakit seperti nyeri otot yang sangat. Terkadang penyakit itu berkembang hingga terjadi dis-fungsi kerja otak, dis-fungsi otot jantung dan paru-paru, ginjal, syaraf pusat. Dan terkadang penyakit ini bisa menyebabkan kematian, dan ini kecil persentasenya.

Maha benar Allah yang telah berfirman, yang artinya :”Hanya saja diharamkan atas kalian bangkai, darah, daging babi, dan hewan yg disembelih untuk selain Allah. Maka siapa yang dalam keadaan terpaksa sedangkan ia tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas maka tidak ada dosa atasnya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah : 173)

[sumber : Thariq Qabil – Washington - www.islamon-line.net/Arabic/news/2001-04/15/article20.shtml]

Tag : ,

Sering Atau Terlalu Lama Menonton TV Bisa Menyebabkan Kematian

By : Unknown
Penelitian menunjukkan, mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi berisiko lebih besar mengalami kematian, mengidap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, dengan rutin menonton televisi selama dua jam sehari pun bisa berdampak signifikan bagi kesehatan.

Setiap hari, penduduk di Amerika Serikat menghabiskan waktu rata-rata 5 jam untuk duduk di depan layar kaca, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa menghabiskan antara 3,5 jam dan 4 jam sehari. Data ini disampaikan para ahli dari Harvard School of Public Health.

"Pesan ini sederhana. Mengurangi waktu menonton TV adalah cara penting untuk mengurangi kebiasaan duduk secara terus-menerus dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung," kata Frank Hu, salah seorang peneliti.

Dia menambahkan, orang yang duduk di depan televisi tidak hanya menjadi kurang berolahraga, tetapi juga cenderung menyantap makanan tidak sehat. "Kombinasi gaya hidup banyak duduk, pola makan tidak sehat, dan obesitas menciptakan 'daerah pembiakan sempurna' untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung," tuturya.

Ini bukan penelitian pertama yang menghubungkan durasi menonton TV dengan penyakit. Banyak penelitian menemukan hubungan yang kuat antara menonton televisi dan obesitas, dan sebuah laporan pada 2007 menemukan bahwa waktu menonton TV berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan obesitas anak-anak.

Penelitian lain pada tahun sama menemukan, anak-anak dengan kategori overweight yang menonton iklan makanan cenderung menggandakan asupan makanan mereka.

Untuk keperluan penelitian terbaru ini, Hu dan timnya mengkaji 8 penelitian yang menguji hubungan antara durasi menonton televisi dan penyakit. Penelitian yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association itu melibatkan lebih dari 200.000 orang dalam jangka waktu 7 hingga 10 tahun.

Hu dan para koleganya menemukan, untuk setiap dua jam sehari menonton televisi, risiko mengidap diabetes meningkat 20 persen, sedangkan risiko penyakit jantung naik 15 persen. Menonton televisi dua jam setiap hari juga dapat meningkatkan risiko kematian sebanyak 13 persen.

Berdasarkan temuan itu, Hu dan timnya memperkirakan, di antara 100.000 orang, membatasi waktu menonton televisi hingga 2 jam dapat mencegah 176 kasus baru diabetes, 38 kasus penyakit kardiovaskuler fatal, dan 104 kematian dini setiap tahun.

Peneliti mengingatkan, hasil riset ini tidak serta merta membuktikan bahwa menonton TV adalah satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko penyakit. "Benar bahwa antara mereka yang banyak menonton TV dan mereka yang menonton dalam waktu lebih sedikit memiliki perbedaan terutama dalam hal pola makan dan tingkat aktivitas fisik," kata Hu.

Ia menambahkan, mereka yang keranjingan menonton TV cenderung menyantap makanan tidak higienis. Pola makan tidak sehat dan kemalasan juga akibat dari menonton televisi berkepanjangan. Jadi, penelitian itu menjelaskan betapa besar dampak merugikan dari kebiasaan duduk selama berjam-jam
Tag : ,

- Copyright © Raden Mas Abdie - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Mas Abdi -